Monday, March 29, 2010

Belajar dari Cacing

Jika cacing kepanasan, kenapa dia menggeliat-liat? Karena dia tidak bisa mengeluh. So, yang bisa dilakukannya hanyalah bertindak agar segera bisa meninggalkan tempat yang tidak nyaman tersebut. (Baiklah, saya tidak pernah melakukan penelitian ilmiah karena masalah ini, tapi saya rasa pernyataan di atas itu benar juga.)

Kita sebagai manusia, yang diciptakan jauh lebih baik dari cacing, seharusnya bisa menerima pembelajaran langsung dari Tuhan ini. Kita perlu menerapkannya dalam kehidupan kita. Kurangi mengeluh sedikit demi sedikit dan perbanyak bertindak. Logikanya, jika waktu yang biasanya kita gunakan untuk mengeluh itu kita gunakan untuk bertindak, kita akan jauh lebih cepat berhasil daripada banyak sekali orang di dunia.

Okay? Selamat hari Senin kawan! Go rich, go happiness!

Sunday, March 28, 2010

Titik-titik Dalam Kehidupan

Saya mulai mengerti tentang perkataan Steve Jobs -pendiri Apple computer- bahwa hidup ini seperti menghubungkan titik-titik. Belum lama ini saya baru mulai memikirkan masa depan pendidikan saya. Yang sebelumnya hanya ikut arus, kini memilih sesuai yang saya butuhkan.

Semakin pikiran saya terbuka, semakin saya sadar bahwa kekurangan saya banyak sekali untuk mencapai hal-hal itu. Ternyata, di luar sana masih sangat banyak sekali orang-orang hebat. Dan kabar baiknya, merekalah yang akan jadi (okay, sudah menjadi) saingan saya.

Sekarang mulai jelas kenapa dulu Tuhan menjadikan saya Wakil Ketua II OSIS walaupun saya tidak benar-benar mengharapkannya. Kenapa Beliau sempat menjadikan saya juara kelas (okay, ini sudah lama sekali dan saya baru sadar sekarang), kenapa Beliau mengijinkan saya ikut olimpiade, kenapa beliau membiarkan saya melakukan kesalahan yang butuh waktu lama sekali untuk pulih darinya, dan banyak kenapa-kenapa lain.

Semua kejadian-kejadian itu agar saya belajar. Tuhan mempersiapkan saya sejak kecil. Beliau mengajari saya sejak kecil agar saya siap untuk impian saya sekarang. Mungkin baru sekarang kita sadar dan mau mengakui betapa baiknya Tuhan. Padahal untuk itu sebenarnya mudah sekali. Tinggal tutup saja hidung Anda selama 1 menit, lalu rasakan bahwa sebenarnya Beliau sudah sangat baik sekali sejak kelahiran kita, salah satunya dengan memberikan barang super premium itu (udara) dengan gratis.

Well, saya yakin Anda juga punya banyak titik yang sebelumnya ataupun sampai sekarang Anda belum mengerti kenapa Anda harus mengalaminya. Tidak masalah kawan. Teruslah belajar dan percaya, seperti kata Steve Jobs,

So you have to trust that the dots will somehow connect in your future. You have to trust in something — your gut, destiny, life, karma, whatever. This approach has never let me down, and it has made all the difference in my life.

Belajarlah lebih cepat kawan! Jangan sampai Anda merasa waktu Anda terlalu sempit untuk semua impian besar Anda. Selalu ingat bahwa yang lebih dahulu mengerti adalah yang akan lebih dahulu sukses.

Oh ya, tentang kata-kata Steve Jobs di atas, ini video lengkapnya. FYI, itu adalah pidato yang dibawakannya dalam acara wisuda Universitas Stanford pada 12 Juni 2005.

Wednesday, March 17, 2010

3 Idiots

3 Idiots – Amazing! Ini salah satu film terbaik yang pernah saya tonton selama 16 tahun saya hidup. Bagaimana tidak? Alur ceritanya yang tak terduga dan muatan moral yang sangat padat di dalamnya sangat membuat saya terpesona dan terpukau dibuatnya.

Semua dalam film ini mendidik.

Menurut saya, tidak ada bagian dalam film ini yang tidak mengandung pelajaran hidup (okay, ada beberapa bagian yang tidak sesuai dengan budaya kita -seperti saat Pia mencium Rancho-, but masih ada hikmahnya kok.). Satu yang menurut saya ditampilkan paling berani dalam film ini, yaitu pentingnya KEBERANIAN dalam hidup. Emosi dahsyat itulah yang membuat Rancho, tokoh utama dalam film ini dapat mencapai kebahagiaanya dan membantu khususnya dua sahabatnya di ICE (Imperial College of Engineering), Farhan dan Raju untuk juga menemukan hidup mereka yang sebenarnya.

Dilatari dengan kehidupan India yang bisa dibilang kolot. Khususnya dalam bidang pendidikan. Ya, tidak beda jauh dengan di Indonesia. Sekolah bukan untuk mendapatkan ilmu, tapi lebih ke arah nilai atau ijazah. Hal inilah yang paling ditentang Rancho. Hingga dia berkali-kali membuat dosennya tidak bisa berbicara saat berdebat menyangkut masalah ini.

Rancho pernah berujar kepada Farhan, “Kau tahu kenapa aku bisa menjadi nomor 1? Itu karena aku mencintai mesin. Sedangkan kau, duniamu bukan disini. Kau mencintai hewan, tapi kau menikah dengan mesin. Seharusnya kau kirimkan surat ini dan jadilah fotografer alam liar sesuai impianmu!” Begitu juga Rancho berkata pada Raju. Mereka tidak begitu mudah mendengar perkataan Rancho, lalu mengajaknya bertaruh. Jika dia berani menyatakan cintanya kepada Pia -Putri dari Viru Sahastrabudhhe, dosen mekanika sekaligus rektor yang sangat tidak manusiawi dan menyebalkan, biasa dipanggil VIRUS oleh para mahasiswanya-, maka Raju bersedia melepas seluruh cincinnya, yang telah bertahun-tahun dia pakai sebagai jimat karena takut kalah dalam setiap kompetisi kehidupan. Dan Farhan berjanji akan berbicara pada ayahnya bahwa dia sebenarnya tidak ingin menjadi insinyur seperti yang sangat diidam-idamkan dan dipaksakan oleh keluarganya sejak kecil.

Rancho pun menyatakan cintanya pada Pia, dan perubahan hidup Raju dan Farhan pun dimulai.

Tapi masalah kembali muncul ketika mereka ketahuan tertidur di kelas karena telah mabuk dan mengencingi pintu rumah sang rektor pada malam hari sebelumnya. Virus memanggil Raju untuk menemuinya. Tanpa basa-basi, dia mengeluarkan Raju dari universitas. Rajupun menangis, memohon untuk dimaafkan. Lalu si Virus memberikan pilihan, Raju bisa selamat dengan mengganti namanya dengan nama sahabat yang telah berulangkali menolongnya, Rancho.

Raju benar-benar dalam dilema besar. Dia sangat galau dan depresi, tidak tahu harus melakukan apa. Dia tidak mau mengorbankan sahabatnya, juga tidak mau mengecewakan keluarganya, yang demi dia, ibunya rela mengorbankan uang pensiunnya seumur hidup untuk biaya kuliah. Dan juga demi kakak perempuannya yang belum juga bisa menikah karena tidak punya emas kawin 800 rupe, dan ayahnya yang sudah sekarat terkena stroke tapi masih terus bertahan hidup tanpa pengobatan dan perawatan yang memadai karena sangat-sangat berharap Raju bisa mengentaskan kemiskinan dari keluarga mereka dengan menjadi insinyur.

Waktu 7,5 menit untuk berpikir yang diberikan viruspun habis, dan Raju belum juga bisa menentukan akan memihak siapa. Akhirnya, melompat dari gedung lantai 3 itulah yang menjadi solusi terbaik menurutnya. Beruntung Raju tidak tewas di tempat, dan Farhan dan Rancho masih sempat membawanya ke rumah sakit. Rajupun dapat diselamatkan.

Sebenarnya masih banyak yang saya ingat dan ingin saya ceritakan tentang film ini, tapi sepertinya akan terlalu panjang posting ini jika itu saya lakukan. Dan yang pasti, tidak akan seru jika Anda sudah tahu semua ceritanya. So, saya sisakan banyak sekali pelajaran untuk Anda tonton sendiri.

Overall, pelajaran yang saya dapat dari film ini antara lain:

Ikuti passion Anda.

Kejar dan gapai mimpi Anda, maka kesuksesan akan mengikuti. Ingat, tidak pernah ada dalam sejarah seorang yang bisa sangat sukses tanpa mengikuti passion mereka. Karena kecintaanlah yang akan menghasilkan kekuatan besar. So, pahami dan terima hukum ini dan jangan coba melawannya. Perjuangkan mimpi Anda walaupun keluarga Anda menentangnya, seperti yang telah dilakukan Farhan kepada keluarganya.

Beranilah!

Jangan sampai suatu ketika dalam hidup Anda, mungkin 15 tahun yang akan datang Anda menyesal, sangat-sangat menyesal dan tidak bahagia dengan pendamping Anda, karena dulu Anda tidak berani menyatakan perasaan pada wanita idaman Anda, wanita yang sebenarnya sangat-sangat Anda cintai. “Andai saja aku dulu punya sedikit saja keberanian.” Jangan sampai Anda mengatakan itu.

Beranilah, karena semua akan baik-baik saja. Aal izz well. Percayalah!

Pengorbanan.

Lihat bagaimana orang tua Raju berkorban demi membiayai kuliah anak mereka. Lihat bagaimana dengan susah payahnya kakak perempuan Pia melahirkan anaknya tanpa peralatan medis dan paramedis sama sekali. Sungguh itu butuh pengorbanan (keikhlasan) yang sangat luar biasa besarnya.

Kepemimpinan.

Lihat bagaimana Rancho memotivasi dan membantu 2 sahabat idiotnya untuk menemukan hidup dan mendapatkan impian meraka. Memberanikan mereka. Membuat mereka mau berbuat ‘gila’. Dan bagaimana dia dapat dengan sangat baik mengkomando teman-temannya untuk membantu proses kelahiran bayi kakak perempuan Pia.

Kebaikan.

Lihat betapa teguhnya hati dan pendirian Raju untuk mempertahankan kejujurannya ketika melalukan wawancara kerja. Dia menolak bahkan untuk sebuah janji bahwa dia akan diterima di pekerjaan impiannya, jika dia menurut untuk sedikit lebih bisa berdiplomasi (tidak terlalu jujur). Sungguh mengagumkan.

Kejujuran.

Masih tentang wawancara kerja Raju. Lihat bagaimana dia dengan sangat jujur membeberkan semua ‘catatan hitam’-nya tanpa takut dia akan ditolak. Tapi kenyataannya, apa yang dia dapat dengan kejujurannya?

Think out of the box.

Upayakan untuk selalu berpikir diluar kotak. Pikirkanlah cara-cara dan hal-hal yang lain yang selain yang dipikirkan dan dipercayai orang-orang pada umumnya, dan temukan harta karun yang paling mahal dalam kehidupan ini.

Ingat perkataan Rancho bahwa sekolah tidaklah untuk mengejar nilai. Belajar sesuatu tidak untuk menghapal apa yang ada di buku, tapi untuk menikmati proses belajarnya dan merasakan nikmatnya ilmu pengetahuan, sehingga kapasistas kita bisa terus berkembang. Menghapal memang membuat Anda menghemat 4 tahun dalam masa kuliah, tapi itu akan memboroskan 50 tahun berikutnya dalam kehidupan Anda. Maka, pahamilah apapun yang sedang Anda pelajari.

Itu sebagian kecil saja yang dapat saya pelajari dari film penuh hikmah sebesar ini. Mungkin diantara Anda membayangkan bahwa dalam film ini isinya tentang pendidikan dan kehidupan sosial saja yang cenderung membosankan. Eits! Jangan salah, karena kisah cinta disini juga tak kalah excitingnya dibanding Ketika Cinta Bertasbih. Cuma dalam KCB, ceritanya sesuai dengan budaya dan keyakinan sebagian dari kita. Jadi mungkin lebih dapat diterima. Tapi yang paling penting, komedinya… Kocak abis…!

Well, dimanapun emas berada, dia tetaplah emas. Diamanapun ilmu dan hikmah berada, dia tetap ilmu yang wajib diambil. So, mari gunakan kebaikan yang tulus untuk mengambil sebanyak mungkin hikmah dalam film ini. 3 Idiots, a movie you must watch!

Thursday, March 4, 2010

Jangan Sampai Salah Jalan!

Untuk kita para pemuda khususnya, jangan sampai salah memilih pendidikan. Dimulai dari jenjang SMP misalnya, saat kita ingin melanjutkan ke SMA, kita harus memilih SMA mana yang terbaik yang dapat menunjang perkembangan kemampuan kita. Jangan ikut-ikutan. Jangan memilih sebuah SMA hanya karena banyak teman-teman kita yang sekolah disitu, padahal itu bukan yang terbaik. Okay, mungkin ada yang menjawab ini demi persahabatan. Hey, persahabatan tidak harus satu sekolah kawan!

Jika Anda lolos kesalahan pertama tersebut, bagus sekali. Sekarang walaupun Anda sudah masuk di SMA terbaik yang bisa mengoptimalkan pertumbuhan Anda, bukan berarti Anda bebas. Masih ada pemilihan jurusan. Disinilah potensi salah yang kedua berada. Di SMA biasanya ada 2 jurusan, IPA dan IPS, yang harus diambil siswa pada tahun kedua dia belajar. Satu saran disini, kembalilah ke diri Anda sendiri. Sekali lagi, jangan menyalahartikan persahabatan. Persahabatan bukan berarti ikut-ikutan. Kedua hal itu sama sekali berbeda.

Renungkanlah dengan diri sendiri, orang tua, dan sahabat-sahabat terdekat Anda. Anda dan orang-orang terdekat Andalah yang tahu kemampuan terbesar Anda. Jika memang kemampuan dan minat terbesar Anda pada bidang-bidang studi IPS, kenapa Anda harus masuk IPA? Sekali lagi, jangan terpengaruh perkataan banyak orang bahwa IPA lebih baik karena prospek mendapatkan pekerjaannya lebih bagus. Itu tidak benar. Karena pekerjaan itu tergantung pada pribadi yang menjalaninya, bukan jurusannya.

Lolos dari sini pun belum tentu aman. Anda masih harus memikirkan kemana Anda akan kuliah (jika memang melanjutkan). Dalam hal ini aturannya juga cuma satu. Perhatikan minat dan kemampuan terbesar Anda. Masalah peluang, aturannya adalah, selalu ada peluang untuk orang-orang terbaik di bidangnya. Jadi jangan khawatirkan soal ini. Selain memilih jurusan yang cocok, pilih juga universitas yang terbaik. Gunakan kemampuan maksimal Anda dan orang tua Anda untuk mendapatkan yang terbaik. Jika Anda ingin melanjutkan kuliah ke ITB, UI, atau UGM, seriuslah belajar sejak pertama masuk SMA. Usahakan selalu menjadi 25% terbaik di kelas. Ikuti berbagai olimpiade. Itu semua nantinya akan mempermudah Anda mendapatkan beasiswa. Masalah biaya, serahkan saja pada orang tua. Mereka pasti sudah memikirkan ini jauh sebelum Anda memikirkannya. Boleh Anda membantu, tapi ingat, fokus utama Anda adalah sekolah berprestasi.

Anyway, ingin tahu pekerjaan yang bagus sekali prospeknya? Entrepreneur (atau istilah akrabnya pengusaha) adalah jawabannya. Untuk menjadi sebuah negara maju, dibutuhkan setidaknya 2% dari total penduduknya untuk menjadi pengusaha. Karena Indonesia punya sekitar 250 juta jiwa, maka dibutuhkan sekita 4,4 juta orang untuk menjadi pengusaha. Sementara ini masih tercatat ada sekitar 400 ribu wirausaha, jadi berapa banyak sisanya? Apalagi ini masih jumlah minimal. Jika kita ingin mengangkat Indonesia lebih tinggi lagi, kita harus masuk kedalam sini agar yang 2% tadi bisa menjadi 3%, 4% atau bahkan 5%. Luas sekali bukan peluangnya? Daripada harus berdesak-desakan melamar pekerjaan diantara jutaan orang lain yang juga melamar, kenapa kita tidak mencoba menjadi pihak yang menyediakan pekerjaan saja?

Masih banyak waktu untuk bersiap, tentukan pilihanmu sekarang juga.

Monday, March 1, 2010

Kehidupan dan Mengendarai Motor

Hidup ini persis seperti mengendarai motor. Untuk bisa sampai ke tempat tujuan dengan selamat, kita harus menoleh ke depan. Bolehlah jika sekali-kali melihat kaca spion, hanya untuk memastikan bahwa tidak ada yang akan menubruk kita saat berbelok atau menyebrang jalan. Tapi tetap saja segera setelah itu kita harus selalu melihat ke depan.

Karena mengendarai motor itu layaknya kehidupan kita, maka jika ingin sukses (sampai di tempat yang kita tuju dengan selamat) dalam hidup ini, kita harus menoleh ke depan (masa depan). Boleh kita menoleh ke kaca spion (masa lalu), tapi pastikan itu hanya sebentar dan hanya untuk belajar. Hanya untuk memastikan kita selamat saat menyebrang dari satu sisi jalan ke sisi yang lain. Jika kita terus-terusan menoleh ke spion, apa yang akan terjadi? Ya, pasti akan menabrak atau ditabrak sesuatu.

Masih dalam konteks mengendarai motor, jika kita ingin sampai di suatu tempat, pertama kita harus tahu persis dimana tempat yang kita tuju tersebut. Kita harus tahu dengan jelas apa tujuan hidup kita. Betul? Karena jika tidak, kita hanya akan berjalan berputar-putar kesana kemari tanpa tujuan yang jelas, hingga bahan bakar kendaraan kita habis. Jika begitu lalu bagaimana? Okelah, bahan bakar masih bisa diisi ulang di SPBU, so anggap saja bahan bakar ini sebagai semangat. Tapi, bagaimana jika mesin motor kita yang rusak? Sedangkan jenis motor yang kita miliki sudah tidak diproduksi lagi baik barang maupun suku cadangnya. Bagaimana? Mesin ini adalah tubuh kita. Jika tubuh sudah tidak bisa kita gunakan, itu berarti kita meninggal. Bagaimana jika begini?

Oleh karena itu, kita harus menentukan kemana kita akan menuju. Kalau tidak, orang lain yang akan menentukannya untuk kita. Dan sudah menjadi hukum kehidupan dimana yang ditentukan orang lain itu hanya akan selalu berkualitas apa adanya. Maukah Anda menerima yang hanya apa adanya?