Posts

Showing posts from September, 2010

Murid Super dan Murid Lamban – Otak Sama, Strategi Beda

Judul Buku: Buku Pintar Anak Jenius
Penulis: Adam Khoo
Penerbit: Mitra Media
Cetakan: 18
Tahun Terbit: 2008
Jumlah Halaman: XIV + 250 Halaman

Saya teringat masa SD ketika untuk menjadi siswa peringkat pertama di kelas bukanlah hal yang sulit. Bahkan tanpa menginginkannya pun saya bisa mendapatkannya. Namun ketika di SMP, situasi mulai berubah. Ketika itu, walau saya menginginkannya, maksimal saya hanya mendapatkan peringkat 7. Hingga di SMA nilai saya semakin merosot ke peringkat 23. Saya tak begitu heran, karena memang saat itu saya tidak berminat mempelajari pelajaran sekolah dan sedang berfokus mendalami hobi saya. Namun ternyata orang tua mengharapkan agar saya memperbaiki peringkat dan lebih suka jika saya berfokus ke sekolah dulu.

Saya pun mencoba. Tapi ternyata sulit. Saya belum bisa meluangkan banyak waktu untuk membaca buku-buku sekolah. Fokus dan perhatian saya terpecah antara sekolah dan passion. Dan hasilnya tidak jauh berubah. Hingga akhir kelas XI saya malah ada di peringkat …

Mengapa Saya Tak Memakai Nama Kelompok atau Nama 'Gaul'

Akhir-akhir ini saya semakin heran dengan fenomena yang saya temui di jejaring Facebook. Yang pertama dari semakin banyaknya anak-anak alay yang ngeadd saya. Kamu pikir, Facebook itu untuk apa? Untuk berteman atau hanya untuk gaya-gayaan dan menggangu orang lain? Plis deh, untuk teman-teman yang memakai nama dengan embel-embel Imoetz, Paling Ganteng, Sedang Merana, Selalu Gembira, Monyet Lapar, Pangeran Kesiangan, dan sebangsanya, sadarlah bahwa kamu itu NDESO. Apalagi fotomu dipasang gambar-gambar gak jelas, dan infomu gak diisi sama sekali. Hey, sadarlah kawan, ini tempat untuk berteman. Coba pikir, adakah orang waras yang ingin berteman dengan orang asing di Facebook yang memakai foto palsu, nama katrok, infonya kosong, dan statusnya lebay? Saya pikir hanya orang-orang yang sama-sama belum sadar yang mau melakukannya.

Yang kedua, soal nama kelompok. Banyak diantara kita membentuk kelompok-kelompok dengan orang-orang dekat kita. Lalu kita memasang nama kelompok kita di depan nama, d…

Sedikit Mengenai Fotografi Jurnalistik

Dalam diklat jurnalistik yang saya ceritakan beberapa hari yang lalu, saya mendapatkan beberapa ilmu diantaranya juga tentang fotografi. Seorang wartawan juga harus memiliki skill fotografi yang bagus guna menunjang beritanya. Karena tanpa gambar yang mendukung, sebuah berita akan menjadi tidak menarik.

Dalam mengambil foto berita, ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan.

Gambar bisa diambil secara vertikal atau horizontal, sesuaikan dengan konteksnya,Jangan melawan cahaya matahari, cari pencahayaan yang bagus.Hindari angle datar. Sebaiknya gunakan angle atas, bawah, atau samping. Sesuaikan konteksnya, danOptimalkan variasi warna. Disini berarti, gambar yang lebih banyak warna biasanya lebih menarik daripada gambar yang hanya berisi warna hitam, putih, dan abu-abu.
Selain prinsip dalam mengambil foto, hal penting yang sempat saya ingat adalah mengenai 2 hal yang sebaiknya disertakan dalam foto:

Caption, yaitu informasi singkat yang menjelaskan isi foto, danCredit photo, yang berisi…

Bagaimana Wartawan Bekerja? (Bagian 3)

Berikut adalah bagian ketiga dari catatan saya selama mengikuti diklat jurnalistik selama lebih kurang 3 jam.

Tahap Persiapan Menulis

Pahami masalah,Kumpulkan bahan,Seleksi bahan,Tentukan tema pokok/enggel,Tentukan urutan logis (judul, lead, badan berita, dan penutup).
Model Penyusunan Berita

Piramida terbalik, berarti inti berita ada di awal,Piramida konvensional/biasa, inti berita ada di akhir, danPiramida paralel, inti berita menyebar di seluruh bagian berita.
Struktur Punyusunan Berita

Judul,Lead (teras berita): berisi 5W + H,Tubuh berita: menjelaskan yang ada di teras berita,Ending: tidak selalu dipakai.
Penulisan Berita Yang Aman

Penulisan berita yang aman ini dilakukan untuk menghindari pihak yang diberitakan menggunakan hak jawab karena merasa diberitakan yang tidak benar, yaitu dengan menuliskan berita yang:

AkuratImbangObjektif
Dalam sesi tanya jawab pembicara juga menjelaskan bagaimana jika ada ruang yang tersisa alias kekurangan berita? Caranya adalah dengan mengisi space tersebut…

Bagaimana Wartawan Bekerja? (Bagian 2)

Pada bagian pertama, kita telah mengetahui bagaimana para wartawan, redaktur, dan layouter bekerja menyiapkan berita. Kita juga sudah mengetahui kriteria-kriteria yang menjadikan sebuah berita layak untuk dimuat, dan hal-hal yang menyebabkan sebuah berita tidak dimuat. Di catatan hari ini, saya ingin menuliskan dari mana para wartawan mendapatkan berita.

Sumber Berita

Pengamatan/investigasi langsung di lapangan,Sebuah peristiwa/kejadian,Buku-buku perpustakaan,Data statistik/grafik,Pengumuman,Press release, danSelebaran/brosur.
Dijelaskan pula jenis-jenis berita dan jenis penulisan berita.

Jenis Berita

Hard news: berita berat/serius (seperti analisis, politik, ekonomi),Soft news: berita ringan, menggelitik, tidak membuat tegang,Feature: berita kisah, human interest, sering dijuluki berita boks.
Jenis Penulisan Berita

Straight news: berita langsung, apa adanya, ditulis singkat dan lugas,Deep news: berita mendalam, kupas tuntas,Investigative news: berita yang dikembangkan berdasarkan penelitia…

Bagaimana Wartawan Bekerja?

Hari ini saya bersama 200 lebih teman sekolah saya mengikuti diklat jurnalistik yang diadakan sekolah kami, SMA Negeri 1 Genteng bekerja sama dengan Radar Banyuwangi. Apa saja yang kami dapatkan hari ini? Dari yang sempat saya catat, ada beberapa hal penting.

Cara Kerja Wartawan

Jadi, di Radar Banyuwangi, ada beberapa orang dengan posisi masing-masing. Ada yang bekerja sebagai wartawan, redaktur, dan layouter. Wartawan adalah orang yang mencari berita. Wartawan sendiri terbagi berdasarkan spesialisasinya. Ada wartawan kriminal, olah raga, politik, dan umum. Para wartawan tersebut bertugas mencari berita berkaitan dengan spesialisasinya. Berdasarkan ketentuan perusahaan, setiap orang harus menulis minimal 3 berita dalam sehari. Jika dari beberapa wartawan ada yang tulisannya sama, kemudian akan diseleksi mana yang akan diterbitkan. Yang bertugas melakukan seleksi berita ini adalah redaktur.

Setelah berita-berita terpilih, selanjutnya adalah tugas layouter atau biasa disebut juga layoutm…