Bangkrut

Ketika punya uang lebih, tidak sulit untuk mengikuti kemauan kita. Beli apa, asal senang, atau setidaknya kira-kira prospek kedepannya bagus, maka lakukan aja. Entah hal ini menimpa sebagian besar pebisnis online pemula atau saya saja. Namun, untuk saya pribadi, sudah dua kali mengalami ini.

Suatu ketika usaha saya lancar sekali, penghasilan cukup banyak. Saya memutuskan untuk membuat banyak website baru, untuk ekspansi, harapannya setahun ke depan pendapatan saya bisa jadi berlipat-lipat.

Kenyataannya, setahun kemudian, saya bangkrut. Waktu itu saya SMA kelas 2. Waktu melakukan pembelian besar-besaran saya tidak memikirkan kalau setahun kemudian akan sibuk dengan UN dan ujian masuk perguruan tinggi. Alhasil, ketika waktunya tiba, domain dan hosting yang rencananya akan saya kembangkan jadi website-website baru itu justru terbengkalai.

Dan malangnya, pendapatan di bisnis utama saya jadi turun, karena selain saya semakin sibuk dengan sekolah, saya jadi tidak fokus, melakukan banyak bisnis lain padahal satu bisnis belum benar-benar stabil. Selain itu mungkin juga siklus di bisnis yang saya jalani sedang turun. Dan saya pun bangkrut.

Kejadian yang sama berlaku baru-baru ini. Rupanya, kuliah di Manajemen tidak membuat saya lebih cerdas. Hahaha. Saya juga jatuh di lubang yang sama dua kali. Bedanya, kali ini agak lebih besar lubangnya.

Dari sini, saya jadi belajar, saya tidak akan melakukan bad investment lagi. Ruginya melakukan kesalah itu tidak hanya sebesar uang yang dipertaruhkan. Tapi ada juga opportunity costnya. Seandainya tidak saya pakai untuk investasi bodoh itu, uangnya bisa saya pakai untuk apa? Bisa saja saya belikan reksa dana, dan setelah setahun, alih-alih duit saya amblas, malah kemungkinan besar untung.

Atau bisa juga saya pakai untuk liburan ke luar negeri atau naik gunung atau ke kota lain di Indonesia. Kalau begitu, alih-alih stress mengerjakan proyek-proyek yang akhirnya bangkrut, saya bisa senang-senang.

Namun lebih dari uang, waktu dan tenaga yang terbuang di proyek yang gagal amat sangat disayangkan. Karena waktu dan tenaga selama setahun itu, kalau fokus, bisa dibuat apa? Satu hal hebat setidaknya.

“Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras untuk (urusan yang lain)." QS. Al Insyirah: 7. 

Comments

  1. Hahaha..
    Ada satu lagi yang terlewatkan Ngga, Ga, Hang.
    It's great opportunity to fail. When you fail, you know it much better - that's wrong thing to do.

    Salah itu lumrah.
    Rugi itu biasah. Itulah manusia.
    Yang penting tetep maju. Terkadang kerugian terbesar itu bukanlah nilai atau jumlah uang yang hilang. Tapi penyesalan dan pikiran yang terus-menerus memikirkan kerugian itu.
    Cukup! Rugi ya rugi, salah ya salah. Segera bergerak.

    (blog mu apik seng sak iki dari pada seng wingi Ngga)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju Ham. Life must go on.

      Thanks Ham. Atas saranmu desain blog ini diperbaiki. :D

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Download Ringkasan Materi Fisika SMA Kelas 1-3 Lengkap

Pengalaman Magang di Traveloka (Summer Intern)

Visi, Misi, dan Tujuan Hidup

Transportasi dari UI ke Soekarno-Hatta

Bagaimana Cara Menghasilkan 30 Juta per Bulan saat Masih Mahasiswa?