Bagaimana Kalau Kita Mencintai Seseorang yang (Sudah) Tidak Mencintai Kita (Lagi)

Sounds ironic, eh? Tapi kadang-kadang hidup memang begitu. Dan tentang judul di atas, mungkin akan mudah kalau orang yang kita cintai tapi tidak mencintai kita balik itu orang yang baru kita cintai. Dengan begitu, akan mudah kita melupakan dan cari gantinya. Tapi kalau kita sudah punya memori bertahun-tahun dengan orang itu? Lain cerita.

Saat kita cinta seseorang, kita ingin bersama orang itu. Untuk waktu yang lama. Dan kalau kita serius, kita akan berusaha menikahinya, untuk bersama seumur hidup.

Kita pun akan berharap hal yang sama ke orang yang kita cintai. Tapi, jalan ceritanya tidak akan selalu mulus. Bisa saja orang itu tidak berpikiran dan berkeinginan yang sama dengan kita. Penyebabnya banyak. Ada yang karena simply orang itu gak cinta kita, ada yang pernah cinta tapi karena suatu kesalahan, jadi nggak cinta lagi, dan lain-lain.

Lalu bagaimana kalau begitu?

Yang saya tahu, kita mesti memperjuangkan apa yang kita inginkan. Normalnya, kita akan berusaha membuat orang itu mencintai kita, dengan memperbaiki diri, terus merayu, dll. Untuk masuk kampus idaman saja kita bersedia mati-matian, apalagi untuk pendamping hidup?

Tapi itu tidak akan selalu berhasil. Cinta itu mungkin lebih banyak anugrah daripada hasil usaha. Jadi meskipun kita berusaha keras, belum tentu kita dicintai. Pun ada pula orang lain yang tidak berusaha apa-apa, justru dicintai.

Lalu bagaimana, sudah usaha mati-matian kok tetap saja gagal?

Bukan gagal. Hanya saja dia tidak cinta. Sesimpel itu saja. Ya, walaupun rasanya bagi kita sama sekali nggak simpel. Dan orang itu pasti gak akan bisa ngerasain yang kita rasa, sampai mungkin dia ngalamin hal yang sama. Tapi, katanya cinta? Masa kita berharap yang jelek untuk orang yang amat kita cintai itu?

Sudahlah.

Kita harus membiarkannya dengan hidupnya sekarang. Dia bahagia tanpa kita. Terima faktanya. Masalahnya, kita mungkin hanya akan merasa bahagia kalau dia sama kita. Ya, memang seperti itu rasanya mencintai.

Tapi, selalu ingat, hubungan yang baik itu harus atas sama-sama mencintai. Jangan memaksakan. Biarlah dia berbahagia. Dan kita, perbaiki hidup kita sendiri. Kalau kita terus-terusan merasa menderita, maka benar kita tak layak dicintai, oleh siapapun.

Kita harus bahagia no matter what.

And maybe, just maybe, suatu saat orang yang kita cintai itu, bisa melihat kita dan mencintai kita (lagi).

Kalau tidak?

Setidaknya dia berbahagia, dan kitapun juga.

Dan hei, jangan merasa terlalu rendah begitu kalau cintamu bertepuk sebelah tangan. Seperti statement sebelumnya, cinta itu lebih banyak anugrah daripada hasil usaha. Jadi, sebenarnya dia rugi juga melewatkan kita, orang-orang yang benar-benar mencintainya, yang mungkin gak akan ditemuinya lagi.

Comments

Popular posts from this blog

Download Ringkasan Materi Fisika SMA Kelas 1-3 Lengkap

Pengalaman Magang di Traveloka (Summer Intern)

Visi, Misi, dan Tujuan Hidup

Transportasi dari UI ke Soekarno-Hatta

Pengalaman Traveling ke Guangzhou, China