Bahagia itu Sederhana

Sering kali kebahagiaan itu sederhana.
Yang bisa dengan mudah kita rasakan dengan kelima indera.
Selayaknya ketika melihat pemandangan Kawah Ijen atau Bromo dengan mata kita.
Atau mencium aroma bunga Mawar merah atau Magnolia dengan hidung kita.
Atau mendengar kicauan burung-burung di pagi hari dengan telinga kita.

Bahagia itu sederhana.
Seperti hangatnya sentuhan dari kawan atau keluarga di kulit kita.
Atau ketika kita mengecap masakan ibu dengan lidah kita.

Bahagia itu sederhana.
Seperti kadang kita tersenyum sambil mengumpat ketika mencium kentut sendiri.
Ataupun potongan kuku dari jempol kaki.

Bahagia itu sederhana.
Seperti ketika bercakap di telepon dengan ayah.

Bahagia itu sederhana.
Seperti ketika air hangat mengucuri tubuh saat mandi di pagi yang dingin di Chiang Mai.

Bahagia itu sederhana.
Seperti saat kita mendengar diri sendiri berani mengucap cinta.

Dan bahagia itu sederhana.
Seperti ketika ucapan tersebut berbalas.

Ya, bahagia itu sederhana.
Seperti ketika kita bangun di subuh hari karena terpaan angin sejuk dari jendela.
Lalu menyelesaikan berbagai urusan hingga sarapan, yang walaupun tidak mahal, enaknya luar biasa.

Bahagia itu sederhana.
Seperti saat kita berangkat kuliah dengan tersenyum.
Tak lupa membawa bungkusan sampah di kamar yang sudah penuh untuk dibuang.

Bahagia itu sederhana.
Seperti ketika di kampus bisa belajar hal baru.
Walau sesederhana ilmu membuat CV bagi mahasiswa semester tujuh.

Bahagia itu sederhana.
Seperti ketika makan siang dengan kawan-kawan dan mendengarkan cerita mereka, kita bisa belajar darinya.
Meskipun kadang kita pikir mereka terlalu banyak omongnya.

Ya, bahagia itu sederhana.
Seperti ketika bosan, lalu kita mendengar lantunan suara Mishary Al-Afasy, petikan gitar Sungha Jung, atau Por Una Cabeza.

Ya, bahagia itu sederhana.
Selayaknya kita bahagia dengan hidup kita yang sederhana.

Comments

Popular posts from this blog

Download Ringkasan Materi Fisika SMA Kelas 1-3 Lengkap

Visi, Misi, dan Tujuan Hidup

Pengalaman Magang di Traveloka (Summer Intern)

Pengalaman Traveling ke Guangzhou, China

Transportasi dari UI ke Soekarno-Hatta