Saturday, January 10, 2015

Pom Bensin dan Jiwa Melayani

Banyak kali, ketika saya mengisi ulang bensin motor di berbagai SPBU, sang petugas SPBU menumpahkan beberapa tetes bensin saat mencabut selang dari tangki motor. Menurut saya, seharusnya selang dibiarkan beberapa detik dulu sampai semua minyak masuk ke tangki, sehingga tidak ada yang tercecer percuma.

Selain itu, tidak jarang petugas SPBU memasang wajah cemberut dan berinteraksi secara tidak ramah dengan pelanggan. Bagi saya, mereka kurang memahami tentang bagaimana seharusnya melayani pelanggan.

Ketika saya di Thailand, petugas SPBUnya sangat ramah. Saat pelanggan datang, mereka bertanya dengan ramah berapa pelanggan mau isi tangkinya. Bahkan ketika beberapa kali saya kesulitan membuka tangki motor sewaan yang kebetulan berbeda dengan motor yang saya pakai di Indonesia, mereka dengan sigap membantu membukakannya.

Mereka tidak pernah mencecerkan bensin ketika mencabut selang. Bahkan, seringkali mereka dengan cepat membantu memasang tutup tangki motor ketika bensin selesai diisikan, ketika melihat pembeli sedang sibuk mengambil uang. Diakhir transaksi, mereka bilang terima kasih.

Saya jadi berpikir, mana ya yang katanya orang Indonesia ramah?

Wednesday, December 31, 2014

Dalam Diam

Kelas 3 SMA, saya ingin pergi ke Bali bersama teman-teman organisasi untuk liburan bersama setelah masa tugas kami usai. Namun, apa mau dikata, orang tua saya saat itu tidak ada uang untuk memberangkatkan saya. Saya pun mengurungkan keinginan tersebut.

Beberapa hari sebelum berangkat, teman-teman panitia acara liburan mengajak saya bicara secara pribadi, mereka berkata bahwa saya bisa berangkat secara gratis, karena organisasi kami masih punya uang lebih untuk mensubsidi biaya saya.

Saya awalnya ragu, namun akhirnya memutuskan untuk berangkat setelah beberapa teman meyakinkan bahwa saya berhak untuk "bonus" itu. Saya pun liburan ke Bali dengan gratis, dan saya senang.

Beberapa tahun setelah itu, entah bagaimana awalnya, saya mendengar dari teman baik saya bahwa dulu, dia diam-diam membayari liburan saya ke Bali. Jadi, bukan uang organisasi yang sisa, tapi dia diam-diam dan meminta teman yang lain bilang kalau itu dari organisasi.

Saya hanya bisa terdiam lama, untuk kemudian mengucapkan terima kasih dengan canggung.

"Kebaikan yang dilakukan dalam diam, bisa jadi dampaknya jauh lebih besar daripada yang ditunjuk-tunjukkan."

Sunday, December 7, 2014

Sudut Pandang

"You must be the change you wish to see in the world." - Mahatma Gandhi

Saya setuju dengan yang dikatakan Gandhi, bahwa kita harus menjadi perubahan yang kita harapkan, alih-alih terus-terusan menuntut orang lain atau dunia menjadi sesuai dengan keinginan kita.

Hal ini berlaku dalam banyak aspek kehidupan. Dalam studi, alih-alih mengeluhkan guru yang tidak pandai mengajar, lebih baik belajar mandiri dan mencari orang lain untuk mengajari. Apalagi sekarang sudah banyak sumber belajar alternatif di internet, seperti Zenius, Khan Academy, TED-Ed, dll.

Dalam kehidupan bernegara, daripada terus-terusan mengkritik pemerintah, lebih baik berfokus pada apa yang bisa kita lakukan. Seperti Leonardo Kamilius, yang alih-alih terus-terusan mengkritik pemerintah yang tidak sebagus negara tetangga dalam menanggulangi kemiskinan, lebih memilih untuk membuat perubahan dengan Koperasi Kasih Indonesia, yang membantu ribuan warga miskin di Jakarta lepas dari kemiskinan.

Dalam beragama, alih-alih menjelek-jelekkan wanita-wanita yang berbaju seksi dan mengundang syahwat, lebih baik mengendalikan diri, menjaga pandangan dan nafsu. Toh kalau diabaikan, hal itu biasa saja.

Dalam memilih pemimpin, daripada terus-terusan menghujat pemimpin karena alasan beda agama, lebih baik siapkan diri sendiri dan anak-anak untuk jadi pemimpin yang sama baiknya atau lebih baik dari pemimpin yang berbeda itu.

Daripada terus-terusan mencacimaki para koruptor, lebih baik membiasakan diri lebih jujur.

Daripada terus-terusan muak dengan kebusukan politik, lebih baik jadi orang jujur dan terjunlah ke politik.

Daripada terus mengeluh bumi makin panas, lebih baik diri sendiri mulai lebih bijak menggunakan listrik, alat transportasi, dan mulai menanam pohon.

Daripada berfokus ke hal-hal yang tidak mengenakkan, lebih baik berfokus ke hal-hal yang membuat keadaan lebih baik.

Dan sesungguhnya, dunia ini juga masih banyak baiknya.