Monday, January 9, 2012

Penyakit Paling Akut (2) - End

Sumber gambar: http://fauzanzasqi.files.wordpress.com
Setelah prokrastinasi dan malas, hidup seseorang akan jadi lebih menderita lagi dengan penyakit kurang bersyukur, menyesali masa lalu, dan mengeluh. Ketika seorang prokastinator dan pemalas yang juga terkena penyakit kurang bersyukur melihat orang-orang yang lebih 'sempurna' di sekitar mereka, mereka akan iri dan protes kepada Tuhan. Bahkan tidak jarang mereka jadi depresi dan menghujat diri sendiri. Mereka hanya berpikir tentang kekurangan-kekurangannya dan tenggelam hingga hampir mati disitu.

Kemudian menyesali masa lalu. Orang-orang yang menyesali masa lalu sebenarnya tega dan kejam sekali dengan diri mereka. Mereka menyiksa diri sendiri dengan kesalahan-kesalahan terdahulu yang mungkin juga sudah dilupakan orang-orang. Orang-orang yang menyesali masa lalu ini biasanya juga seorang perfeksionis. Mereka menginginkan segala sesuatu yang sempurna, tak ada cacat, tak ada salah, tak ada celah. Tapi sebenarnya ini merupakan perfeksionis yang ga pada tempatnya. Karena perfeksionis akan sangat bagus kalo diterapkan di masa sekarang aja. Pada hal-hal yang sedang kita lakukan sekarang. Perkara hasilnya gimana, ya sudah. Itu udah gak bisa diapa-apakan lagi. Move on!

Dan penyakit yang terakhir adalah mengeluh. Seorang pengeluh akan marah kalo ada kejadian yang diluar perkiraan atau keinginan mereka. Misalnya, jika hari ini mereka berencana untuk kuliah - pulang - main game - tidur, tapi tiba-tiba ada sesuatu muncul mendadak yang harus dikerjakan antara kuliah dan pulang, mereka akan marah dan menggerutu macam-macam. Mereka ga siap menerima hal-hal mendadak dari lingkungan sekitar. Padahal hal-hal mendadak itu udah seperti sebuah keniscayaan. Ga bisa dihindari. Harus diterima dengan lapang hati dan diselesaikan dengan baik. Tapi karena seorang pengeluh hanya mengeluh dan melakukan segalanya dengan terpaksa, akhirnya yang mereka dapatkan juga setengah-setengah. Padahal banyak waktu penting yang sudah mereka habiskan.

Di tahun 2012 ini, semoga semakin sedikit diantara kita yang terkena penyakit ini ya kawan!

Penyakit Paling Akut

Sumber gambar: http://siprokrastinator.files.wordpress.com
Ga ada yang lebih akut rasanya dari terkena komplikasi penyakit prokrastinasi, malas, kurang bersyukur, menyesali masa lalu, dan mengeluh. Berdasarkan pengamatan (dan pengalaman) penyakit itu bisa ngebuat hidup orang yang baik-baik aja, bahkan cenderung super fun dan menarik menjadi sangat tidak menarik, garing, monoton, lemas, tak bertujuan, tak bersemangat, dan ciri-ciri sejenis itu.

Karena prokrastinasi, seseorang jadi menunda bahkan mengabaikan hal-hal sangat penting yang seharusnya mereka selesaikan duluan sebelum mengerjakan hal-hal lain yang kurang penting. Misalnya, seorang mahasiswa normal akan belajar dan mengerjakan tugas kuliah lebih dulu ketimbang facebookan. Tapi mahasiswa prokrastinasi akan melakukan yang sebaliknya. Pada awalnya mereka berikrar hanya akan facebookan 15 menit atau setengah jam. Tak terasa waktu 4 jam berlalu untuk update dan komen status, lihatin profil orang, main game, dll.

Tak cukup sampai disitu. Mungkin mereka sudah berhenti dari facebook dan beralih ke hal lain. Tapi hal ini masih bukanlah yang paling penting harus mereka lakukan. Karena merasa bersalah, mereka akan mencari aktifitas yang lebih baik, tapi bukan tugas utama mereka. Misalnya, setelah facebookan cuci piring bekas makan kemarin malam, atau nyapu kamar, atau cuci baju, dll. Mereka melakukan itu dengan tenang, padahal tugas kuliah sudah menanti untuk besok, begitupun kuis yang perlu direview dulu materinya. Dan itu berlanjut sampai jam 9 malam hingga mereka ngantuk dan pengen tidur. Akibatnya, mereka memaksa diri untuk melek (tanpa atau dengan minum kopi). Tiga sampai empat jam, mungkin tugas mereka selesai dan materi kuis sudah direview, tapi hasilnya alakadarnya. Sangat tidak sesuai standar.

Prokrastinasi aja udah parah banget, ditambah lagi males. Kalo prokrastinasi itu ditekankan pada menundanya yang terus terusan menunda, malas lebih ditekankan pada rasa lemas dan kurang bergairahnya dalam ngelakuin suatu kerjaan (wajib). Ya, anehnya orang malas bisa jadi rajin kalo berhadapan dengan game atau hal-hal menyenangkan tapi kurang penting lainnya. Game memang bagus untuk sekali waktu, tapi kalo sepanjang hari game terus, facebookan terus, gimana hidupnya?

To be continued.