Raja Wacana

Punya tujuan bagus untuk memotivasi kita terus bergerak setiap waktu. Namun, tidak bagus ketika tujuan tersebut terlalu banyak.

Sebagai dewasa, selayaknya kita sudah mampu menentukan tujuan hidup kita sendiri. Mau jadi apa dalam hidup. Mau melakukan apa selama hidup yang cuma puluhan tahun ini.

Menjadi ambisius mungkin bagus, karena itu yang membuat kita melakukan hal-hal besar. Namun, jadi ambisius yang sudah terarah tampaknya yang akan menghasilkan sesuatu yang besar.

Bukan ketika orang lain sukses dalam hal A, kita ingin hal A. Kalau seperti itu, jadinya kita tidak akan pernah sampai.

Sepertinya, mampu merasa puas merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki seorang dewasa. Puas dengan apa yang dimilikinya sekarang dan apa yang sedang berusaha diwujudkan. Kalau dipikir-pikir, toh hidup bukan untuk hebat-hebatan atau keren-kerenan. Masa sih susah payah ngewujudin sesuatu, hanya untuk dapat pujian "wah keren!", "hebat!", "pinter banget lo!"?

So, tantangannya adalah gimana supaya diri ini melakukan our own thing, bukan their things. Gimana supaya diri ini punya tujuan hidup yang jelas dan bermanfaat buat kehidupan. Bagaimana supaya setiap bagun pagi kita bersemangat karena tahu apa saja yang ingin dicapai hari itu. Bagaimana supaya fokus, sehingga tidak sedikit-sedikit nambah tujuan, nambah list di daftar impian, nambah beban di pikiran. Gimana supaya alih-alih kita jadi raja wacana, kita sibuk mewujudkan wacana.

Comments

Popular posts from this blog

Download Ringkasan Materi Fisika SMA Kelas 1-3 Lengkap

Pengalaman Magang di Traveloka (Summer Intern)

Visi, Misi, dan Tujuan Hidup

Transportasi dari UI ke Soekarno-Hatta

Bagaimana Cara Menghasilkan 30 Juta per Bulan saat Masih Mahasiswa?