Kenapa Setelah Lulus SMA Sebaiknya ke ITB?

Well, sebelumnya saya katakan bahwa saya bukan/belum menjadi mahasiswa ITB. Jadi poin-poin dalam tulisan ini adalah sudut pandang bocah SMA, yang kebanyakan dipengaruhi oleh mahasiswa-mahasiswa di ITB itu sendiri, dan informasi-informasi di internet (yang tidak mutlak benar, harap maklum).

Yang pertama, ITB itu universitas terbaik di Indonesia. Sudah menjadi keinginan dasar manusia kan untuk (kalau bisa) selalu mendapatkan yang terbaik? Sumber yang menyatakan ITB sebagai universitas terbaik di Indonesia ada di sini dan di sini.

Yang kedua, ITB itu pusat peradaban Indonesia. Semua warna Indonesia ada di ITB. Orang-orang dari berbagai daerah, berbagai suku, berbagai sifat, dan berbagai keyakinan berkumpul di ITB. Jadi, jika kita ingin merasakan bagaimana berwarnanya Indonesia, melatih diri kita untuk hidup dan maju dalam perbedaan, kuliahlah di ITB!

Yang ketiga, yang sekolah di ITB adalah putra-putri terbaik bangsa. Masih ingat pepatah, jika kita berteman dengan orang keren, kita akan ketularan kerennya?

Yang keempat, kampus ITB itu kecil dan berkumpul di satu tempat, dibandingkan dengan kampus universitas-universitas lain yang begitu besar dan terpisah-pisah (Well, mulai tahun 2011 ini, ITB akan multi kampus, jadi nilai untuk poin ini nampaknya agak berkurang). Dengan kampus yang kecil, kesempatan kita bertemu dan berinteraksi dengan mahasiswa-mahasiswa dari lain jurusan menjadi lebih besar. Dengan kata lain, kesempatan untuk mencari relasi lebih besar. Ingat kan bahwa silaturrahmi meningkatkan rezeki?

Yang kelima, dosen ITB itu keren-keren. Jangan tanya dah, saya sampai sulit mendeskripsikan mereka. Yang jelas mereka itu orang-orang besar. Banyak yang merangkap jadi pengusaha. Terus, kalau menerangkan katanya bagus, enak dicerna.

Yang keenam, prospek kerjanya bagus. Katanya, kalau ada 2 orang lulusan universitas sama-sama dari Indonesia, dengan nilai yang sama, yang akan dipilih adalah mahasiswa ITB. Bahkan ada mahasiswa STEI ITB yang bilang, jika ada perekrutan karyawan baru oleh sebuah perusahaan, Schlumberger misalnya, 50% jatahnya adalah untuk mahasiswa ITB. 50% sisanya dibagi-bagi untuk universitas-universitas lain di Indonesia. Pokoknya resiko jadi mahasiswa ITB adalah setelah lulus jadi orang kaya.

Dan yang ketujuh, di ITB itu ceweknya cantik-cantik, cerdas-cerdas, dan memesona (versi Bumi Cinta. Hehehe). Jadi untuk yang ingin mencari calon istri yang ideal, pilihan terbaik ya ke ITB lah. Untuk ceweknya juga, cowok ITB juga ganteng-ganteng, cerdas-cerdas, dan memesona. Jadi untuk yang cewek, ke ITB juga ya!

Sudah, mungkin itu saja yang menjadi alasan saya pribadi sangat ingin ke ITB. Mungkin masih banyak alasan lain yang membuat kita harus mengusahakan ITB selain yang saya tuliskan di atas, tapi saya belum tahu atau belum ingat. Well, saya jadi ingat yang dikatakan Rancho dalam 3 Idiots, "chase excellent, success will follow." Semoga kita semua yang benar-benar memimpikan dan mengusahakan ITB, diridhoi Allah untuk diterima disana. Amin.

Update 17/11/2011: Sekarang saya kuliah di Universitas Indonesia. Dalam tulisan yang saya buat ketika SMA ini memang banyak benarnya, tapi tidak sedikit juga kalimat bernada provokatif (karena info yang saya dapat dari senior dulu juga begitu). Ada juga beberapa data yang sudah berubah. Well, silakan Anda menentukan sendiri ke mana akan kuliah. Jangan terlalu menuruti kata-kata saya dalam post ini. :)

Comments

Popular posts from this blog

Download Ringkasan Materi Fisika SMA Kelas 1-3 Lengkap

Pengalaman Magang di Traveloka (Summer Intern)

Visi, Misi, dan Tujuan Hidup

Transportasi dari UI ke Soekarno-Hatta

Pengalaman Traveling ke Guangzhou, China