Semester 2

Ini hari ke lima di semester dua gue di FEUI, dan akhirnya gue tau siapa aja Bapak dan Ibu yang akan ngajarin gue macem-macem untuk 4 bulan ke depan. Sebenernya sebelum masuk kelasnya pun gue udah dapet testimoni tentang beliau-beliau itu, dan rejekinya, beberapa dosen yang gue dapet itu dosen yang menurut kebanyakan orang adalah killer. Misalnya untuk matkul Koperasi dan MPK Inggris. Dan setelah masuk kelasnya dia, emang ada benernya sih yang dibilang orang-orang. Dosen-dosen tersebut emang punya keketatan lebih dari dosen-dosen lainnya (yang pernah gue rasain), tapi kabar gembiranya, mereka juga nawarin sesuatu yang gak dikasih dosen-dosen lain yang gak begitu ketat.

Misalnya buat dosen Koperasi, beliau itu orang yang peduli banget sama mahasiswanya. Waktu pertama masuk gue sempat kaget dengan penampilan dosen yang satu ini, udah sepuh (angkatan 69), rambut dan jenggotnya panjang, dan putih lagi. Mirip para ekonom Eropa jaman dulu aje (aish, emang gue tau? haha). Seolah-olah ingin meyakinkan para mahasiswa kalo beliau bener-bener killer seperti yang dibilang orang-orang. Tapi setelah beliau mulai bicara, perlahan ketakutan gue mereda. Ternyata beliau asik, pengetahuannya luas, terbuka, dan peduli sama muridnya. Jadi, keliah sesi 1 itu diabisin buat netapin kontrak kuliah, pilih ketua dan wakil ketua kelas, bentuk kelompok, dan sharing-sharing atau motivasi dari beliau. Beberapa kalimat yang masih gue ingat dari beliau adalah (intinya seperti ini):

Saya tahu diantara kalian banyak yang gak suka dengan Amerika Serikat atau Israel. Tapi harus kalian tahu juga, betapa keras usaha dan kemauan mereka untuk maju. Mereka menghasilkan ratusan ribu sarjana setiap tahun, dan itu kualitasnya jauh di atas kita. Bagaimana kita bisa ngelawan mereka kalau kita sendiri ogah-ogahan belajar?

Mahasiswa itu jangan tidur jam 11 jam 12, tapi tidurlah jam 1.30 dan bangun jam 4. Karena waktu malam dan pagi itu bagus sekali untuk belajar. Sayang sekali kalau kalian lewatkan. Saya yang sudah setua ini saja masih melakukannya. Apalagi kalian yang masih muda?

Dosen Berikutnya
And next, my MPK Inggris lecturer reminds me with an old lecturer in television serial Love Story in Harvard. Well, she is tough, but the same with cooperative lecturer, she cares to her students. She will never let her students walk alone, especially the who not capable yet to face this hard world in UI. Hahaha.. Just like me. ;p Not only study English, but with her we also rebuilding our mindset and broadening our insight. And the words that still I remembered from her is:

Someday... you will say that... "Mrs. C was right."

Di Asrama
Beberapa hal di asrama juga udah mulai kembali seperti sebelum liburan. Baiknya, temen gue yang calon pengusaha sukses dari Kebumen itu udah mulai jualan nasi uduk lagi. Ya, dia sangat memudahkan kami para pemalas yang udah kelaparan tapi tak mau sedikitpun bergerak ke kantin buat cari makanan. Gue rasa temen gue itu bakal beneran jadi entrepreneur hebat nantinya, seperti cita-cita yang pernah dia tulis dan ucapkan waktu OPK (ospek fakultas) dulu. Dan kata-kata yang paling gue inget dari temen gue ini adalah...

Sarapan... sarapan... sarapan... nasi uduk... empat ribuan...

Dan jeleknya, ada lagi aksi pencurian di asrama. Kali ini korbannya adalah duo penghuni kamar ujung depan, si Gusti temen gue dari Palembang dan si Kim anak Korea. 2 hape dan sejumlah uang ludes, gue ikut prihatin sama mereka. Disinyalir, penyebab kejadiaan ini juga karena kamar mereka gak dikunci waktu tidur, jadi si pencuri bisa masuk gitu aja. Well, ini pelajaran buat semua penghuni asrama, buat jangan lupa kunci pintu dan jendela waktu tidur. Ingat Depok keras euy! Hehehe... :D

Dan kata-kata yang paling gue inget dari orang-orang yang kecurian adalah...

Anjiiirrr banget tuh maling!!!

Comments

Popular posts from this blog

Download Ringkasan Materi Fisika SMA Kelas 1-3 Lengkap

Pengalaman Magang di Traveloka (Summer Intern)

Visi, Misi, dan Tujuan Hidup

Pengalaman Traveling ke Guangzhou, China

Transportasi dari UI ke Soekarno-Hatta