Posts

Transportasi dari UI ke Soekarno-Hatta

Image
Bagi (anak daerah) yang belum tahu dari Universitas Indonesia ke bandara Soekarno-Hatta bisa naik apa yang murah dan cepat, mungkin bisa coba beberapa alternatif berikut ini: Alternatif 1 Berangkat dari stasiun Pondok Cina Depok naik KRL commuter line, harga tiket Rp 6.000,-, waktu tempuh 50 menit menuju stasiun Gambir. Dari stasiun Gambir naik bis Damri yang lokasi mangkalnya di belakang stasiun. Harga tiketnya Rp 20.000,- dengan waktu tempuh 50 menit menuju Bandara Soetta. Total biaya Rp 26.000,- dan waktu tempuh 100 menit. Keunggulannya naik KRL lebih nyaman daripada naik angkot. Lokasi mangkal Damri di Gambir tidak bau seperti di Pasar Minggu. Sambil menunggu Damri berangkat bisa juga ngelihat-lihat aktifitas orang di Monas, di belakang stasiun Gambir. Alternatif 2 Berangkat dari jalan raya Margonda, naik angkot nomor 04 menuju terminal Pasar Minggu. Ongkosnya Rp 3.000,- dengan waktu tempuh 30 menit. Dari Pasar Minggu naik Damri ke Soekarno Hatta dengan harga tiket ...

Negasikan

Setujukah Anda kalau saya bilang antara suka dipuji dengan takut dicela seharusnya dinegasikan menjadi tidak suka dipuji dan tidak takut dicela? Ketika seseorang terlalu suka dipuji, bisa jadi hal-hal yang dia lakukan hanya ditujukan untuk mendapat pujian orang lain. Dan ketika orang tersebut tidak melakukan sesuatu (padahal itu baik dan benar) dikarenakan takut dicela. Kalau sampai terperangkap seperti ini, rugilah kita. Ketika melakukan sesuatu, kita kehilangan esensi yang seharusnya kita dapatkan. Dan ketika tidak melakukan sesuatu, kita pun kehilangan kesempatan untuk mendapatkan hal yang mungkin kita (dan orang lain) butuhkan. Kenapa suka dipuji? Seseorang yang jarang mendapatkan pujian sejak masa kecilnya mungkin adalah orang yang punya kemungkinan lebih besar untuk menikmati pujian. Bagaimanapun, kita merasa bahagia atau senang ketika dipuji. Ibarat makanan, pujian adalah makanan yang enak. Jika sedari kecil seseorang tidak pernah makan enak, sekalinya dia mencicipi makanan...

Membawa Terlalu Banyak

Awal bulan ini saya sudah tidur di tempat tinggal baru. Dari Asrama UI pindah ke kamar kos di daerah Pondok Cina (Pocin). Hal ribet pertama yang saya temui di tempat kos baru adalah: menata barang-barang. Beberapa teman mengatakan barang-barang saya terlalu banyak. Seorang teman mengatakan bahwa saya terlalu sayang untuk membuang barang. Saya lihat ke penjuru kamar. Dia benar. Bahkan perlengkapan ospek pun masih saya simpan. Padahal sudah tidak ada gunanya untuk saya. Dalam kehidupan sehari-hari, begitu juga jadinya. Terlalu banyak hal dari masa lalu dan tidak penting yang masih saya simpan dalam pikiran. Terlalu memikirkan kenangan-kenangan buruk, kesalahan-kesalahan masa lalu, impian-impian yang tidak tercapai, dsb. Hidup jadi berat, sulit ditata. Sekarang, buang pikiran-pikiran yang tidak berguna. Hiduplah dengan bebas!

Bukan Sibuknya

Di kampus, ada teman yang setiap paginya dia bangun lebih awal buat jualan nasi uduk keliling asrama putra . Lalu siangnya kuliah yang seringkali sampai sore (jam 6). Belum kegiatan-kegiatan lain yang dia ikuti seperti klub debat di kampus dan bisnis lain di luar kampus. Di sisi lain, ada anak yang paginya juga bangun pagi, tapi dia masih bisa santai-santai internetan. Siangnya dia juga kuliah dan kadang-kadang juga sampai sore. Setelah kuliah dia bisa langsung pulang karena tidak ikut banyak kegiatan di kampus maupun di luar kampus seperti anak pertama tadi. Dengan kata lain, anak kedua ini lebih tidak sibuk daripada anak pertama. Tapi tahukah elo, meski lebih sibuk, anak pertama tidak lebih stress daripada anak kedua. Ketika ditanya prestasi akademisnya pun, si anak pertama ternyata lebih baik dari anak kedua (padahal mereka masuk UI lewat jalur yang sama, SNMPTN Tulis , yang berarti secara kasar bisa diasumsikan mereka memiliki kecerdasan yang setara), dan pencapaian-pencapaian...

I was so Serious

Image
Why so serious? Begitu ledekan Joker dalam kisah Batman. Akhir-akhir ini, gue jadi sering berpikir tentang itu. Bahwa selama ini gue terlalu serius. Bahkan saat nulis post ini, gue masih aja terlalu serius. Hahaa... :D Well , jika mengingat kebelakang, ternyata yang gue capai dengan sikap yang terlalu serius itu juga gak terlalu baik. Akademis Semester pertama kuliah gue lalui dengan galau dan galau yang sangat galau. Entah kenapa gue bisa mikirin begitu banyak hal dalam satu waktu itu, sampai akibatnya gue jadi lemes sendiri. Energi gue habis hanya untuk berpikir. Gue terlalu serius tentang kuliah. Yang harus dapat IP bagus lah, mencapai mimpi lah, harapan orang tua lah. Gue jadi tertekan banget dalam belajar. Apalagi pertama kali datang ke kampus, gue terkaget-kaget dengan betapa pinternya anak-anak dari seluruh Indonesia itu. Oh my, I did so bad to myself . Okay, kita memang harus mengusahakan IP bagus, mengejar mimpi-mimpi, dan memenuhi harapan orang tua, tapi ya gak s...

Belanja Online

Image
Meski internet udah jadi semakin biasa, masih banyak gue temui orang-orang yang enggan belanja online. Beberapa diantara mereka beralasan karena ada berita-berita jelek di luar sana yang mengatakan bahwa kebanyakan penjualan di internet adalah penipuan. Mungkin bener juga sih apa yang diberitakan itu, tapi sejauh ini, beberapa kali gue beli-beli online, Alhamdulillah gue belum pernah ketipu. Keuntungan Belanja Online Kadang ada barang-barang yang sulit kita cari di toko-toko fisik, dapat kita temukan dengan mudah dengan Google. Misalnya kaos motivasi yang gue beli waktu SMA dulu. Kaos seperti itu unik, belum pernah gue temuin di toko-toko deket rumah gue, oke jadi gue beli online. Seringkali juga di toko online harganya bisa lebih murah. Misalnya saat beli notebook yang gue pakai ngetik sekarang ini. Dulu harganya selisih beberapa ratus ribu gitu lho dengan di toko komputer fisik yang udah gue lihat-lihat. Selain itu, belanja online bisa ngebantu kita dapetin produk-produk y...

Jepretan Pertama

Image
Buka-buka folder foto, eh nemu jepretan-jepretan pertama gue yang sengaja dibuat untuk tujuan fotografi (baca: belajar fotografi). Waktu itu pinjam kamera DSLR punya teman yang sekarang di IPB. Hahaha... Tapi ya gitu lah... Pasti ini belum ada unsur indahnya. Mungkin hanya ada unsur maknanya aja (yang kemungkinan juga hanya gue yang paham). Hahaha...